MAGELANG – Pengurus Harian PGRI Kabupaten Magelang menerima audiensi dari perwakilan SMP PGRI Pakis pada Minggu (4/1/2026). Pertemuan yang berlangsung di Gedung Graha Dwija PGRI Kabupaten Magelang tersebut membahas strategi penguatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) serta upaya menjaga eksistensi sekolah di tengah persaingan pendidikan yang semakin ketat.

Perwakilan guru SMP PGRI Pakis, Izzudin, memaparkan dinamika yang dihadapi sekolah saat ini. Meski pernah mencatatkan sejarah dengan 450 siswa, saat ini total siswa dari kelas 7 hingga 9 berjumlah 130 anak. Pada tahun ajaran lalu, SMP PGRI Pakis memperoleh 30 siswa baru.

"Kami menyadari adanya penurunan jika melihat sejarah sekolah ini. Saat ini, tantangan datang dari keberadaan dua MTs, dua SMP swasta, dan lima SMP negeri di wilayah sekitar yang memiliki pangsa pasar serupa," ungkap Izzudin.

Selain tantangan jumlah siswa, SMP PGRI Pakis juga tengah melakukan regenerasi tenaga pendidik. Pasalnya, 10 dari 16 guru di sekolah tersebut telah diterima sebagai PPPK. Untuk menjaga kualitas layanan, pihak sekolah kini telah membuka lowongan guru baru guna memastikan proses belajar mengajar tetap optimal di bawah bimbingan guru-guru yang sudah bersertifikasi.

Strategi Strategis dan Fasilitas Gratis

Guna mendongkrak perolehan siswa pada tahun ajaran mendatang, Panitia PPDB yang telah bekerja sejak November lalu telah memetakan 20 SD/MI di wilayah Kecamatan Pakis, Candimulyo, dan Tegalrejo. Sekolah-sekolah tersebut dinilai sebagai basis massa potensial yang selama ini berkontribusi menyumbangkan murid terbanyak.

Dalam audiensi tersebut, Izzudin menjelaskan sejumlah keunggulan yang ditawarkan sekolah:

  • Bebas Biaya: Seluruh siswa digratiskan dari biaya pendidikan.
  • Seragam Gratis: Pemberian seragam identitas batik YPLP secara cuma-cuma.
  • Sinergi Komunitas: Melibatkan alumni dan perangkat desa dalam sosialisasi serta pemasangan media promosi seperti banner.

Dukungan Penuh Pengurus Daerah

Ketua PGRI Kabupaten Magelang, Susno, menyambut baik langkah-langkah konkret yang telah dirumuskan oleh SMP PGRI Pakis. Menurutnya, inovasi dan keberanian untuk turun langsung ke lapangan adalah kunci utama keberhasilan PPDB.

"Ide-idenya cemerlang dan strateginya sudah sangat baik. Pada prinsipnya, kami di jajaran pengurus kabupaten siap memberikan dukungan penuh," ujar Susno dalam sambutannya.

Susno juga menekankan pentingnya pendekatan yang lebih personal kepada masyarakat. Ia menyarankan tim PPDB untuk melakukan kunjungan door-to-door ke rumah calon wali murid agar pesan mengenai keunggulan sekolah tersampaikan dengan lebih hangat dan efektif. Ia berharap pengurus sekolah dan PGRI dapat terus bersinergi dengan rutin berkoordinasi demi kemajuan sekolah-sekolah di bawah naungan PGRI (RHP).